SIAPA bilang Facebook (selanjutnya FB) hanya ajang "bercuap-cuap" saja?? kebiasaan mengunjungi Jejaring Sosial yang satu ini dimalam hari ternyata mampu memberikan varian informasi yang menarik. Kali ini informasi yang saya ingin share dari petualangan di FB adalah Program Indonesia Mengajar.
Saya berani katakan bahwa program ini sangat bagus dan bisa memberikan pengalaman yang tak terlupakan bahkan bisa menginspirasi banyak calon pemimpin Bangsa masa depan.
Sebelum mengenal jauh apa itu program Indonesia Mengajar, ada baiknya rekan-rekan sekalian sedikit membaca pengalaman dibawah ini.
Sebelum mengenal jauh apa itu program Indonesia Mengajar, ada baiknya rekan-rekan sekalian sedikit membaca pengalaman dibawah ini.
Spoiler Salah satu cerita pengalaman Indonesia Mengajar
Cerita diatas sangat menginspirasi bukan ? cerita diatas bukan sekedar cerita biasa, tetapi pengalaman yang mungkin saja akan menjadi kenangan tak terlupakan. Bahkan penulis blog ini juga pernah merasakan yang dinamakan jatuh cinta setengah mati seperti yang diceritakan saudari Ayu diatas. Tepatnya ketika mengikuti KKN (Kuliah Kerja Nyata) yang mengharuskan tinggal dan mengabdi selama 1 bulan di salah satu pelosok desa di Pulau Madura.
Pengalaman singkat jatuh cinta setengah matinya seperti ini: Ada anak SD kelas 6 di salah satu SD Negeri di pelosok desa tersebut yang kondisinya bisa saya bandingkan antara SD Muhammadiyah dan PN Timah (Film Laskar Pelangi). Dan bocah yang saya maksud berasal dari SD yang setara dengan SD Muhammadiyah diatas. Semangat belajarnya yang menggebu, pagi belajar disekolah, siang madrasah dan setelah itu bocah tersebut (bernama Ricky: bocah pengungsi sampit) bersama kawan-kawannya sudah berkumpul di markas kami. (1 team 10 orang) sampai malam hari . Mereka selalu minta jatah kepada kami. Jatah yang mereka pinta adalah "Ajari Kami". Siapa yang tidak terenyuh dan bersemangat melihat mereka seperti itu.
Tetapi saat itu saya hanya bisa berkumpul dengan mereka selama 2 minggu saja karena 8 hari lamanya saya terbaring lemah di 2 Rumah Sakit sekaligus berjuang melawan penyakit Demam Berdarah dan 7 hari istirahat di rumah orangtua. Sekembalinya ke Desa tersebut (minggu terakhir), Kami putarkan film Laskar Pelangi 3 sesi sekaligus, 2 sesi di 2 SD Negeri dan 1 sesi nonton bareng bersama masyarakat , dengan diberikan penjelasan kondisi, nilai-nilai sesuai yang ada dinovel dan kobaran semangat untuk mereka saat menonton. Tak sedikit raut muka mereka yang terkagum-kagum dengan pesan film Laskar Pelangi bahkan menangis. Yes ..!! Berhasil ....!! (sedikit ekspresi kepuasaan saya saat itu).
Harapan besar kami saat itu hanya satu, orang tua di desa tersebut bisa memberikan kesempatan untuk anak-anak mereka untuk memiliki semangat dan kesempatan untuk maju melalui pendidikan. Terbayang kan ? kepuasaan KKN 1 bulan saja seperti ini dan kami pun dihadiahi tangisan rasa kekeluargaan saat kita pamit pulang. Bagaimana dengan Program Indonesia Mengajar yang masa abdi 1 tahun ini. Saya yakin Progarm ini bisa memberi perubahan yang lebih besar dan lebih berkesan.
Spoiler Tentang Kami dari Indonesia Mengajar





2 komentar:
pengalaman serupa jg pernah aku rasakan, juga pas KKN.
ketika mendapat kesempatan ngajar di SD yang terpencil, belum ada listrik, namun antusias dan keingin tahuan murid2 sana yg luar biasa...
Niyasyah: pengalaman psikologis yang asyik kan ?? smoga Ricky dan tmnnya bisa melanjutkan ke SMP nanti bulan agustus .... :)
Post a Comment
Jangan sungkan-sungkan untuk corat-coret di blog ini melalui komentar. Meninggalkan komentar merupakan bentuk dukungan sesama blogger dan dapat mempengaruhi 'jumlah kunjungan' ke blog rekan-rekan. so mengapa tidak mencoba meninggalkan komentar pada tulisan ini :)